TES BAB 1 BAHASA JEPANG

BELAJAR  BAHASA JEPANG

BUKU MINNA NIHONG GO 1

BUKU IM JAPAN

LATIHAN SOAL BAB 1 

だい 1 か

 

 

名前         : ……………………………….                    

クラス  : ……………………………….

30

 

 

1. にほん ご で かいてください

1.      Saya adalah Takamura.

 

2.      A : Apakah kamu peserta magang?     

B : Bukan, saya bukan peserta magang.

A :

 

B:

3.      Saudara Tanaka orang Jepang. Saudara Hara juga orang Jepang.

 

4.      Saudara Tanaka guru bahasa Inggris.

 

5.      A. Guru Mugi umurnya berapa?          B. Guru Mugi berumur dua puluh tahun.

 

 

20

 
2.インドネシア ご で かいてください

 

1.    アグス さん は せんせい じゃ ありません。

 

2.      A.  あなた   インドネシア 人 ですか?   

        B.  いいえ、わたし は インドネシア 人 では ありません。

A :

 

B :

3.    わたし は インドネシア の 研修生 です。

 

4.    ウテン さん の お国 は どちら ですか?

 

 

 

 

30

 
3. ただしい ぶん を つくって ください

1.    じゃ /  インドネシア 人 /  あの 人 /  ありません /  

 

2.    は / です / わたし / の /  にほん /  たかむら

 

3.    か /  アグス さん /  おいくつ /  は /  です

 

4.    ムギ せんせい /  あのひと /  なが の きかい /  です /  の /  

 

5.    アグス さん / インドネシア / / です / じん

 

 

20

 
4. ………..に ただしい ことば を かいてください

 

1.    A. あの 人 は……………….ですか。   B.  あの 人 は たなか さん です。

2.    すずき さん は 先生 です。 いけだ さん……….…先生 です。

3.    たなか さん は えいご………………..せんせい です。

4.    イクサン 先生 は……………………..ですか?。イクサン 先生 は  24さい です。

5.    A. たなか さん は かいしゃいん ですか?

B. ….…..……, たなか さん は………………………………….….. 。 先生 です。  

Cara Menabung Dan Menyimpan Uang Agar Cepat Terkumpul

Cara Menabung Dan Menyimpan Uang Agar Cepat Terkumpul 

Tips Menabung Dan pada kesempatan ini kami akan memposting seputar Tips Menabung Dan Menyimpan Uang Agar Cepat Terkumpul, yang efektif agar uang yang anda sisihkan dan uang yang anda tabung cepat terkumpul, ngga usah berlama lama, berikut Tips Menabung Dan Menyimpan Uang Agar Cepat Terkumpul Tips Menabung agar cepat terkumpul 1. CATAT KEBIASAAN ANDA DALAM SEBULAN Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum itu, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya. Cobalah untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Kemudian tentukan mana yang perlu dikurangi. 2. SISIHKAN UANG UNTUK ANDA PRIBADI Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi. Karena jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak. 3. TENTUKAN TANGGAL Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan. 4. BAYARLAH UTANG ANDA Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan. 5. JAGA TERUS DISIPLIN ANDA Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi. 6. MOTIVASI DIRI ANDA UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BESAR Tentukan apa yang Anda inginkan dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan. Sekian Artikel seputar Tips Menabung Dan Menyimpan Uang Agar Cepat Terkumpul, yang dapat kami sampaikan untuk anda semua, semoga artikel ini bermanfaat dan uang anda terkumpul banyak. baca juga Hal Yang Perlu Di Hindari Dalam Pembentukan Pribadi Anak. Terima kasih sudah berkunjung ke tipsmanfaat

Ngerangan, Bayat, Klaten, desa cikal bakal angkringan alias hik

Ngerangan, desa cikal bakal angkringan alias hik

Warga Yogyakarta biasa menyebutnya angkringan. Sementar warga Solo lebih akrab menyebutnya sebagai Hik. Apapun namanya, keduanya merupakan usaha untuk memperbaiki kesejahteraan hidup lapis bawah masyarakat. Selain Solo dan Yogyakarta, di kota-kota lain, seperti Semarang, Surabaya dan Purwokerto, warung semacam ini bertebaran. Namun, pernahkah terpikir, dari mana asal warung dengan gerobak bertenda yang biasa menyajikan menu khas nasi kucing dan wedang jahe ini? Ngerangan adalah jawabannya. Salah satu desa di Kecamatan Bayat, Klaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul ini adalah wilayah asal para pengelola warung angkringan. Kering berbukit Tekstur tanah Ngerangen, kering berbukit. Pertanian di desa itu mengandalkan air tadah hujan. Jika musim kemarau, tanah di desa ini kekeringan. Bahkan, para petani selalu mengalami gagal panen karena lahan pertaniannya kekurangan air. “Tanah kami kering. Tanaman padi kami selalu puso. Untuk itu, kami memilih sebagai pedagang angkringan atau Hik di kota. Hasilnya, tidak ada cerita pedagang angkringan bangkrut. Mereka semuanya sukses dan banyak yang menjadi juragan. Sesuatu yang tidak akan kami dapatkan jika masih tetap bertani,” papar Samson, 72, salah seorang pengelola warung angkringan yang menggelar dagangan di halaman rumahnya, Dukuh Sidorejo Desa Ngerangan Kecamatan Bayat, Klaten, Sabtu (16/1). Sambil mengipasi cakar ayam yang dibakarnya di atas bara, Samson berkisah. Sejak membuka usaha sebagai pedagang angkringan pada tahun 1973, perekonomiannya terangkat. Dia tidak menyangka, dengan modal Rp 20.000 kala itu, kini dia bisa membangunkan empat rumah bagi anak-anaknya, satu unit toko kelontong serta memiliki jutaan rupiah tabungan di bank. Kepala Desa Ngerangan, Sri Hardono, mengatakan pedagang angkringan di Desa Ngerangan dipelopori oleh tiga orang warga bernama Wiryo, Kromo, dan Samto Miyo. Sekitar tahun 1950-an, ketiganya menjajakkan hidangan berkeliling keluar masuk kampung dengan cara dipanggul. Lampu teplok serta suara pedagang menawarkan dagangannya menjadi ciri yang paling khas. Kota Solo menjadi tujuan pertama mereka sebelum akhirnya memperluas daerah sasaran ke Yogyakarta pada tahun 1970-an. “Kemandirian usaha warga Ngerangen cukup tinggi. Saat ini, hampir 80% warga Ngerangan berprofesi sebagai pedagang angkringan di kota-kota besar. Sebagian besar mereka adalah tamatan SLTA. Mereka memilih menetap di luar kota dengan berjualan angkringan.” Seiring berjalannya waktu. Kini, pedagang angkringan di Kota Solo maupun Yogyakarta telah menjamur. Pedagangnya tidak hanya berasal dari Desa Ngerangan, tetapi juga warga “pribumi”. Mereka telah mempelajari kemandirian usaha warga Ngerangan tersebut. Sudah sepantasnya mereka berterima kasih kepada para pelopor warung jenis ini